Minggu, 12 Mei 2013

Kepada Engkau, Rakyat!


Rakyat!
Tengoklah mereka yang telah dengan ikhlas kita pilih di pemilu lalu, yang susah payah kita pilih dari jutaan orang Indonesia. Dan lihat lah apa yang sedang mereka kerjakan pada kita? Cuma kibas-kibas uang, uang APBN, uang KITA! Sialan! Apa yang ada dalam pikiran mereka? Dan apa yang ada dalam pikiran Anda, Saya, Kita? Bodoh sekali!

Rakyat!
Tidak perlu menjadi sosialis untuk menjadi berani, tidak perlu menjadi komunis untuk berani, taidak perlu jadi Teroris untuk berani, tidak perlu jadi kanan! tidak pelu jadi kiri! Jadilah dirimu sendiri, lalu berkacalah di depan cermin! sudah merdekakah Anda, Kita?! Apa yang membuat kita berpikir merdeka, ketika kita kesulitan membayar sekolah anak-anak kita, ketika kita melihat perguruan tinggi hanya untuk memantapkan kelas borjuis semata? ketika kita melihat susahnya membeli beras dengan kualitas baik untuk anak-anak kita? ketika kita tak bisa di layani di rumah sakit karena tk punya uang dan jaminan asuransi? ketika kita menghina-hina diri mengantri zakat dan saling injak dengan sesama kawan yang sama-sama terhina?

Rakyat!
Cobalah tengok para sialan itu? yang gagah dengan mobil mewah hasil merampok BLBI kemarin dulu, yang rumahnya megah hasil kongkalikong proyek negara, yang bajunya necis hasil nyeip uang pajak! Sialan! sementara kita masih menangis melihat anak-anak tidur di kolong jembatan, tidur di pinggir kaleng-kaleng recehan di pinggir jalan, anak-anak kita yang meratap sekedar makan, sekedar minum? Sialan!

Rakyat!
Pajak yang kita bayar, untuk apa? wakaf tanah kita untuk membangun jalan, untuk apa? hibah, zakat dan segala omong kosong berkedok agama, untuk apa? untuk mereka para sialan? Kenapa kita mesti berkorban untuk orang yang bukan anak-anak kita, bukan saudara kita, bahkan untuk orang yang ketemu pun tidak pernah! untuk apa? untuk mendzalimi anak-anak kita? untuk sekedar ucapan "selamat anda pahlawan bangsa"? untuk apa?

Rakyat!
Bangkitlah dengan kaki hebatmu itu! Bangkitlah dengan bangga! dengan hormat! Bangkitlah dengan teriakan "AKULAH RAKYAT, TUHAN NEGERI INI, JIKA AKU BERKATA KAMU JADI PEMIMPIN, MAKA JADILAH PEMIMPIN YANG SERIUS! JANGAN SETENGAH-SETENGAH! JANGAN ASAL PERUTMU TERPENUHI.. ATAU KU CABUT NYAWAMU! KARENA AKULAH RAKYAT! TUHANMU!"

Rakyat!
Merdekalah!
MERDEKA!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar