Minggu, 12 Mei 2013

Perhimpunan Dosa


ketika memulai mata membuka
dengan mudah jalan maksiat di temukan
lalu di tempuhi satu persatu
di nikmati dengan ketelanjangan tanpa malu malu
tanpa memilah
tanpa memilih
karena tak perlu
untuk apa?
jika semua adalah kenikmatan?
tak perlu kerja terlalu keras
dan nikmatpun di teguk dengan rakus dan tanpa sungkan
dan bodohlah yang banci menolaknya

ketika kaki melangkah
dalam pilihan
antara menjadi alim dengan kepalsuan yang menyiksa
atau
menjadi kenyang menghapus dagaha kenikmatan
perempuan perempuan terpilih untuk di cintai
makanan yang terlalu manis untuk di lewatkan
dan jadilah setiap hari menjadi valentine
merasuk
mengalir di setiap sel
mengelus lekuk yang paling ingin di sentuh
dengan napsu dan napas memburu
sedetik semenit sejam sehari menjadi sama
terburu buru
takut waktu habis terbuang percuma
memeluk
lama
menciumi setiap waktu
mengecup setiap titik
yang membuat kita lupa tak lagi berbaju

ketika menoleh
tak ada lagi bayangan
tak ada lagi jalan kembali
hanya terus menikmati sampai napas berhenti terengah
dengan atau tanpa kita
tanpa aku
tanpa kau
yang lalu lalang dalam degup yang mengencang
yang mencinta berlama-lama
kalau perlu dengan viagra
tak perduli jantung terlalu cepat
yang mungkin mengerem tiba tiba
lalu
plek plek plek
hahahaha
saking asyik terlalu masyhuk
malaikat maut berdiri lalu berkata
wah..
over dosis...
dan dunia menggelap
sambil menyesal
kenapa mesti pakai obat segala
padahal tak penting berjam jam
kalau bisa berulang ulang
menikmati waktu esok hari
kalau tak ketahuan
mungkin malaikat juga tak perlu datang

ketika itu
ah..
sayang sekali
habislah kita
tak lagi bisa menikmati
menghimpun dosa
dan hidup lagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar